Ruang Formal sebagai Identitas: Merancang Interior Institusi yang Tegas, Relevan, dan Berkelanjutan
Di tengah lanskap profesional yang semakin kompetitif, ruang formal tidak lagi dipandang sebagai latar pasif dari aktivitas institusi, melainkan sebagai identitas visual yang bekerja aktif membangun persepsi. Cara sebuah institusi menata ruangnya mencerminkan kedewasaan manajerial, konsistensi nilai, serta arah kepemimpinan yang ingin ditampilkan. Pendekatan ini sejalan dengan gagasan dalam Menciptakan Ruang Formal yang Berkarakter: Strategi Interior Institusi untuk Otoritas yang Berkelanjutan , di mana interior dipahami sebagai instrumen strategis, bukan sekadar hasil estetika. Interior institusi yang berkarakter lahir dari keseimbangan antara fungsi, simbolisme, dan keberlanjutan desain. Ruang rapat, aula, maupun area ibadah institusional harus mampu menyampaikan pesan ketegasan dan kredibilitas tanpa terkesan berlebihan. Di era 2026, pendekatan desain cenderung menghindari ornamen yang terlalu dominan dan beralih pada komposisi yang bersih, terukur, serta mudah beradaptasi dengan ...